Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat (disesuaikan) :

  1. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh
  2. Bupati Pidie Jaya
  3. Ketua DPRK Pidie Jaya
  4. Dandim Pidie Jaya
  5. Kapolres Pidie Jaya
  6. Kajari Kabupaten Pidie Jaya
  7. Ketua MPU Kabupaten Pidie Jaya
  8. Ketua Mahkamah Syar’iyah Meureudu
  9. Kepala Kankemenag Kabupaten Pidie Jaya
  10. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Pidie Jaya
  11. Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya
  12. Para Kepala SKPK Pidie Jaya
  13. Para Camat dalam Kabupaten Pidie Jaya
  14. Para Imum Mukim, Geusyik, tokoh masyarakat Pidie Jaya
  15. Hadirin/Hadirat dan para undangan yang kami muliakan

Marilah sama-sama kita mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa hadir dalam pembukaan kegiatan itsbat nikah pada hari yang berbahagia ini.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa ummat manusia dari alam kebodohan kepada alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Awal dari segalanya kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta kegiatan itsbat nikah yang telah hadir dan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajarannya, Mahkamah Syar’iyah, Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya yang telah bekerjasama untuk terlaksananya kegiatan ini. Begitu juga kepada seluruh panitia pelaksana Provinsi dan Daerah yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan yang mulia ini.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin yang berbahagia…!!!!

Pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan kami melaporkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh secara yuridis formal didasarkan kepada dua undang-undang yaitu Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh melalui Undang-undang ini mengamanahkan pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam Undang-undang tersebut adalah Akhwaul Asyakhsyiah (hukum Keluarga). Itsbat nikah (Pengesahan Pernikahan) merupakan upaya mendapatkan kepastian identitas hukum bagi pasangan suami istri yang belum tercatat dalam dokumen Negara termasuk dalam ranah Akhwalul Asyakhsyiah.
  1. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat salah satu persoalan besar yang terjadi dalam masyarakat Aceh adalah tidak tercatatnya secara sah pernikahan pasangan suami istri dalam dokumen negara, hal ini disebabkan kebanyakan mereka menikah ketika Aceh sedang didera konflik dan masyarakat miskin. Oleh karena itu sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang bermartabat, berkeadilan dengan mengamalkan nilai-nilai Dinul Islam, Dinas Syariat Islam melalui DPA 2019 akan mengadakan kegiatan Itsbat Nikah yang terfokus di 10 (sepuluh) Kab/Kota dalam Provinsi Aceh.

DASAR PELAKSANAAN

  1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk
  2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewah Aceh.
  3. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006, tentang Pemerintahan Aceh
  4. Peraturan Daerah Nomor 33 Tahun 2001 tentang Pembentukan Syariat Islam Aceh
  5. Rencana Strategik Dinas Syariat Islam Aceh Tahun 2018 – 2022
  6. Surat Keputusan Dinas Syariat Islam Aceh Nomor : 451/ /2019  tentang Susunan Panitia Pelaksana dan Tim Pelayanan Terpadu Kegiatan Isbat Nikah Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2019.

 

TUJUAN PELAKSANAAN

  1. Memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh masyarakat Aceh terutama korban konflik dan Masyarakat Miskin.
  2. Mewujudkan tertib administrasi kependudukan Masyarakat Aceh.

 

OUTPUT DAN OUTCOME

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersedianya penetapan Mahkamah Syar’iyah  untuk memperoleh buku akta nikah dari Kantor Kementrian Agama dan untuk memperoleh akta kelahiran dari  Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dari Kegiatan Itsbat Nikah bagi masyarakat korban konflik dan masyarakat miskin. Outcome yang diharapkan adalah membantu masyarakat korban konflik dan masyarakat miskin agar memiliki dokumen hukum Negara pada status kependudukan.

PESERTA

Peserta Kegiatan Itsbat Nikah di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 150 peserta.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam tiga hari untuk Kabupaten Pidie Jaya dilaksanakan tanggal 22 s/d 24 April 2019

TEMA KEGIATAN

Kegiatan Itsbat Nikah ini bertema: ”MELALUI ITSBAT NIKAH BAGI KORBAN KONFLIK DAN MASYARAKAT MISKIN KITA WUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERADAB, BERMARTABAT DAN BERKEADILAN DENGAN MENGAMALKAN NILAI-NILAI SYARIAT ISLAM”

PANITIA/PETUGAS

Panitia untuk kegiatan ini dilakukan oleh petugas provinsi masing-masing sebanyak  5 orang dan dari kab kota 40 (Empat Puluh) Orang.

ANGGARAN BIAYA 

Kegiatan Itsbat Nikah akan didanai oleh Dinas Syariat Islam Aceh yang bersumber dari DPA-SKPA tahun 2019.

PENUTUP

Terakhir kami mohon kepada Bapak Kepala dinas Syariat Islam Aceh dapat memberikan pengarahan dan Kepada Bapak Bupati untuk dapat memberikan kata-kata sambutan, sekaligus membuka Kegiatan Itsbat Nikah ini dengan resmi.

Demikian laporan panitia yang dapat kami sampaikan, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses hendaknya.

Billahitaufik Walhidayah

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….!!!